(gangguan tanpa gejala,… the silent killer !!)
Hampir semua kasus hipertensi timbul tanpa tanda-tanda atau gejala. Baru disadari saat kondisi penderita sudah parah (timbul komplikasi serius). Seperti ketika sudah terjadi stroke atau gagal jantung.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi dapat menyebabkan gangguan ginjal, merusak kerja mata, menimbulkan kelainan atau gangguan kerja otak. Gangguan jantung dan pembuluh darah sering berawal dari hipertensi.
Pada penderita hipertensi, aliran darah memiliki tekanan yang tinggi. Apabila terjadi selama bertahun-tahun akan menyebabkan pembuluh darah rusak. Pembuluh darah menjadi tebal, kaku dan mudah mengalami penyempitan bahkan penyumbatan (dr Arieska Ann Soenarta).
Penyumbatan yang terjadi akan menimbulkan komplikasi yang serius, seperti stroke, serangan jantung atau gagal ginjal.
Penting sekali untuk melakukan pengukuran tekanan darah secara teratur. Termasuk normal apabila tekanan darah sistolik kurang dari 120 mm Hg dan diastolik kurang dari 80 mm Hg (Joint National Committee on Hypertension).
Dikatakan menderita hipertensi bila tekanan darahnya 140/90 mmHg atau lebih.
Hipertensi sebenarnya bisa dicegah dengan cara mengurangi asupan garam, memperbanyak konsumsi makanan berserat (buah-buahan dan sayuran dll), menghindari konsumsi alkohol, jaga berat badan seimbang disertai berolah raga secara rutin serta mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang (dr A Sari S Mumpuni SpJP).
Sumber
http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/02/18495162/kurangi.asupan.garam.untuk.cegah.hipertensi
http://www.mediahidupsehat.com/?ar_id=MTk5
+++
“… Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” (An Nahl: 68 – 69)