Gizi buruk ternyata masih menjadi masalah global.
Tercatat satu dari tiga anak di dunia meninggal setiap tahun akibat buruknya kualitas nutrisi. Sebuah riset juga menunjukkan setidaknya 3,5 juta anak meninggal tiap tahun karena kekurangan gizi serta buruknya kualitas makanan. Masalah kurang gizi ini dialami anak-anak sejak masih dalam kandungan. Gizi buruk merupakan gejala yang terjadi dalam jangka panjang dan menimbulkan dampak jangka panjang pula.
Kasus gizi buruk pada bayi dapat menimbulkan kerusakan yang tak dapat diperbaiki saat mereka beranjak dewasa. Anak-anak yang tengah menderita kurang gizi cenderung memiliki postur tubuh yang lebih pendek dan tidak berprestasi saat sekolah. Masalah ini diperburuk dengan sanitasi kotor yang menyebabkan penyebaran penyakit infeksi lainya.
Faktor-faktor lain seperti pola pengasuhan, tingkat pendidikan ibu dan faktor sosial budaya dalam masyarakat juga menjadi penyebab timbulnya masalah gizi dalam masyarakat.
Kenyataan ini jelas dapat menurunkan potensi ekonomi dan justru mengekalkan lingkaran kemiskinan.
Di sisi lain, tingkat kecerdasan anak juga bisa menurun oleh karena obesitas atau kegemukan terutama pada usia 6-7 tahun. Umumnya aktivitas dan kreativitas anak akan menurun, kemudian dengan kelebihan berat badan anak menjadi malas.
Obesitas pada anak, disebabkan oleh masukan makanan yang berlebih. Selain itu, pada waktu lahir anak tidak dibiasakan mengkonsumsi ASI, melainkan susu formula yang sulit dikontrol porsinya. Sehingga terjadi penimbunan makanan yang diekspresikan dalam lemak.
Sumber
http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.01.17.17511399&channel=1&mn=20&idx=97
http://www.mediaindo.co.id/berita.asp?id=97984
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=266169&kat_id=23
+++
Manfaatkan hidup yang hanya sekali-kalinya ini. Sayangi keluarga kita.
Sukses selalu mengiringi orang yang bermanfaat bagi sesama.